Dengan semangat pemberdayaan ekonomi Kalurahan, Desa Preneur Giripeni melakukan kunjungan ke Desa Sumurarum yang dikenal sebagai sentra produksi slondok dan puyur. Kunjungan ini bertujuan untuk menimba ilmu sebanyak-banyaknya tentang strategi pengelolaan usaha dan pengembangan potensi produk.
Desa Sumurarum, yang terletak di wilayah Magelang, Jawa Tengah, telah lama menjadi pusat produksi slondok dan puyur, dua camilan khas yang banyak diminati oleh masyarakat. Melalui inovasi dan strategi pemasaran yang efektif, Desa Sumurarum berhasil meningkatkan daya saing produknya di pasar lokal maupun nasional. Hal inilah yang menjadi daya tarik bagi Desa Preneur Giripeni untuk belajar dan menggali inspirasi dalam mengembangkan usaha serupa di Kalurahan Giripeni.
Selama kunjungan, rombongan Desa Preneur Giripeni berkesempatan untuk berdialog langsung dengan para perajin slondok dan puyur di Desa Sumurarum dan mendapatkan wawasan tentang proses produksi, manajemen usaha, pengolahan bahan baku, serta strategi pemasaran yang telah diterapkan oleh pelaku usaha setempat.
Sampai saat ini, perajin slondok dan puyur di Desa Sumurarum mencapai lebih dari 200 unit usaha yang mampu menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja. Jenis yang dihasilkan juga beragam diantaranya adalah slondok, puyur baik dalam bentuk mentah dan puyur siap konsumsi.